PENILAIAN POSTUR KERJA BARISTA DALAM PROSES PEMBUATAN MINUMAN KOPI MENGGUNAKAN METODE RAPID UPPER LIMB ASSESSMENT (RULA)
Kata Kunci:
Barista, Postur Kerja, Gangguan muskuloskeletal, Metode RULA, ErgonomiAbstrak
Pesatnya perkembangan industri coffee shop meningkatkan kebutuhan tenaga barista. Barista bekerja dengan postur statis dan gerakan repetitif dalam durasi panjang, sehingga berisiko mengalami gangguan muskuloskeletal (MSDs). Penelitian ini bertujuan menganalisis postur kerja barista di Cafe Y Jakarta Pusat menggunakan metode Rapid Upper Limb Assessment (RULA). Metode pengumpulan data melalui observasi langsung, pengukuran postur tubuh, penilaian RULA, dan wawancara terkait keluhan subjektif. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa postur kerja barista memperoleh skor akhir RULA sebesar 4, yang masuk ke dalam kategori tingkat risiko rendah (low risk). Keluhan subjektif utama yang dirasakan oleh barista adalah ketidaknyamanan ringan pada pinggang yang hilang setelah istirahat. Stasiun kerja terbukti cukup ergonomis berkat ketinggian meja yang sesuai, ruang gerak yang memadai, dan cara penempatan peralatan. Kesimpulannya, potensi gangguan ergonomi pada objek kajian ini terkendali dengan baik melalui desain fasilitas fisik yang proporsional. Meskipun demikian perusahaan perlu melakukan investigasi dan evaluasi ergonomi secara berkala untuk meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas pekerja.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Cornelis Novianus, Erna Sariana

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

