GAMBARAN INDEKS DEBRIS SEBELUM DAN SESUDAH MENGKONSUMSI BUAH MENTIMUN PADA KELOMPOK BERESIKO PENYAKIT JANTUNG DI RW 02 KELURAHAN BAMBU APUS PAMULANG TAHUN 2025
Kata Kunci:
Buah, Mentimun, Indeks DebrisAbstrak
Latar Belakang : Mentimun dapat membantu menurunkan indeks debris dalam rongga mulut karena mengandung serat dan air yang tinggi sehingga dapat meningkatkan produksi ludah saat mengunyah. Proses ini dikenal sebagai "selfcleansing" yang dapat mengurangi jumlah debris dalam rongga mulut. Selain itu, mentimun memiliki kandungan kalium dan antioksidan yang membantu merelaksasi otot pembuluh darah dan mengurangi stress oksidatif sehingga bermanfaat bagi kelompok resiko penyakit jantung. Tujuan : Untuk mengetahui Gambaran Indeks Debris Sebelum dan Sesudah Mengkonsumsi Buah Mentimun pada Kelompok Beresiko Penyakit Jantung di RW 02 Kelurahan Bambu Apus Pamulang Tahun 2025. Metode : Penelitian ini menggunakan metode preeksperimental dengan jumlah sampel 30 responden yang dipilih menggunakan minimal sampling. Hasil : Jumlah responden yang menderita hipertensi sebanyak 12 orang (40%), obesitas sebanyak 26 orang (86,7%), dan perokok sebanyak 2 orang (6,7%). Kriteria indeks debris terbanyak sebelum mengkonsumsi buah mentimun pada kategori buruk sebanyak 18 orang sebesar (60%). Sedangkan, kriteria indeks debris terbanyak setelah mengkonsumsi buah mentimun terdapat di hari pertama pada kategori baik sebanyak 27 orang (90%). Kesimpulan : Diketahui bahwa yang memiliki resiko penyakit jantung sebagian besar Adalah obesitas dibandingkan dengan hipertensi dan merokok dengan rata-rata indeks debris sebelum mengkonsumsi buah mentimun sebesar 1,9 dengan kriteria buruk dan sesudah mengkonsumsi buah mentimun sebesar 0,5 dengan kriteria baik.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Ngatemi, Tedi Purnama, Indrayati Fadjeri, Ayu Lestari Juwita, Marsya Dzikria Santoso

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

